Beli Edisi Cetak

Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Tiga Tokoh Bersaing, Di Munas PB IPSI

Tiga tokoh besar sedang bersaing untuk memperebutkan posisi ketua umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) pada Musyawarah Nasional (Munas), di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 21 - 23 Februari.

Ketiganya adalah Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto (Ketua Umum PB IPSI periode sekarang), Muchdi Pr (Ketua Harian PB IPSI) dan Rahmad Gobel (Wakil Ketua Umum PB IPSI periode sebelumnya).

Rahmad Gobel dipastikan bakal diusung sejumlah perguruan pencak silat yang tak menginginkan seorang politisi. Mereka khawatir cabang olahraga ini dijadikan mesin politik jelang Pilpres 2014 mendatang.

Siap Mendukung

”Tanggapan publik, IPSI saat ini dipolitisasi. Karenanya, kami ingin mengusung calon yang bukan orang politik. Itu ada di Rahmad Gobel,” kata Awang Suwanda, Wakil Ketua Bidang Umum Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara di Jakarta, kemarin.

Muslimin Nawi, Pengurus Peguruan Tapak Suci menambahkan, pihaknya siap mendukung Rahmad Gobel apabila benar-benar mengajukan diri menjadi calon ketua umum. ”Intinya, kami siap mendukung dia (Rahmad Gobel-red) maju,” imbuhnya.

Pada Munas ini, peserta yang memiliki hak suara berjumlah 49 orang dengan perincian 33 pengprov dan 16 perguruan pencak silat.

Sementara itu, Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya apabila dicalonkan lagi menjadi ketua umum PB IPSI. Syaratnya, peserta munas masih menghendaki dirinya maju.

Sekretaris Umum PB IPSI, Erizal Chaniago, yang juga teman dekat Prabowo menyatakan, sepertinya sebagian besar pengprov IPSI di Tanah Air masih menginginkan sosok Prabowo memimpin cabang silat hingga empat periode mendatang. Namun demikian, hal itu butuh perjuangan keras mengingat pendiri Partai Gerindra itu sudah memimpin PB IPSI selama dua periode berturut-turut.

Selengkapnya...

Minggu, 21 Agustus 2011

Harga Tiket Dinaikkan

Harga tiket untuk menonton laga uji coba Timnas Indonesia versus Timnas Palestina di Stadion Manahan Solo, Senin (22/8) malam, dinaikkan berlipat.
Tiket tribune terbuka yang harganya Rp 15 ribu dan Rp 20 ribu saat latih tanding melawan Timnas U-23 (Kamis, 28/8), kini menjadi Rp 25 ribu dan Rp 50 ribu.

Sedangkan di tribune tertutup yang semula Rp 30 ribu dan Rp 50 ribu, sekarang bertarif Rp 75 ribu dan Rp 100 ribu.
’’Kebijakan menaikkan tiket dari panpel pusat. Bahkan rencana semula tiket paling mahal Rp 200 ribu, tapi kemudian kami tawar menjadi Rp 100 ribu,’’ kata koordinator panpel lokal uji coba Timnas, Paulus Haryoto, Sabtu (20/8).
Panpel menyiapkan total 23 ribu lembar tiket. Sekitar 6.400 tiket ekonomi, dijual melalui sistem pemesanan di Stadion Sriwedari, kemarin.
Sisanya langsung dijual melalui 12 tiket bok di Stadion Manahan, Senin (22/8) mulai pukul 15.00.

’’Hingga sore, tiket ekonomi yang telah terpesan di Sriwedari sejumlah 1.400-an lembar untuk banderol Rp 50 ribu dan seribu lembar lebih untuk Rp 25 ribu,’’ ungkapnya.

Penjualan melalui sistem pemesanan itu dilanjutkan pukul 19.00 semalam. Menurut Paulus, panpel juga memberi kuota tiga ribu lembar kepada suporter.
’’Koordinasinya, termasuk untuk suporter dari kota-kota lain, kami serahkan kepada teman-teman suporter Pasoepati Solo,’’ jelasnya.
Sementara itu, sejumlah suporter Pasopati menggelar aksi menyambut kedatangan Timnas Palestina di Solo, Sabtu (20/8) siang.

Belasan anggota suporter Kota Bengawan itu membentangkan poster ucapan selamat datang kepada awak skuad Palestina.
Poster itu bertuliskan ’’Selamat datang Palestina’’ dan ’’Welcomes to Solo’’. Sebuah foto berukuran besar, mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat pun turut dipampangkan pada aksi di depan kompleks Manahan tersebut.
’’Kami berusaha menerima semua tamu yang datang ke Solo secara baik, terutama Timnas Palestina yang akan bertanding melawan Timnas Indonesia di Stadion Manahan,’’ kata penggagas aksi Mayor Haristanto.(CyberNews)

Selengkapnya...

Sabtu, 06 Agustus 2011

Wajib Deposit Rp 5 Miliar Untuk Ikuti ISL

SIDOARJO - Deltras tampaknya semakin percaya diri menatap kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Semangat itu ada setelah ada pengelola baru yang bersedia menangani tim asal Sidoarjo itu.

Dengan kondisi itu juga, The Lobster -julukan Deltras- tidak merasa keberatan atas sejumlah syarat yang diberikan oleh PSSI, sebagai regulator kompetisi ISL musim 2011-2012. Termasuk syarat mendepositkan sejumlah uang.

"Kami melihat regulasi yang dibuat oleh PSSI saat ini sudah sangat ideal. Dan, kami tidak merasa keberatan untuk mendukung semua yang diatur oleh PSSI, termasuk mendepositkan Rp 5 miliar sebagai salah satu syarat," ujar Achmad Zaini, salah seorang anggota tim tujuh Deltras, kemarin (5/8).

Ya, seperti yang diberitakan ada sejumlah syarat yang diberikan kepada setiap klub profesional yang mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Syarat bagi tim anggota ISL adalah, deposit partisipasi Rp 5 miliar.

"Kami tidak merasa keberatan dengan nominal uang yang harus didepositkan. Karena, saat ini Deltras adalah tim yang mandiri dan tidak lagi menyusu ke pemerintah lewat APBD," ucap pria yang juga sekretaris Dinas Perhubungan Sidoarjo itu.

Selain itu, juga ada syarat budgeting cap Rp 15 miliar, termasuk pembatasan pemain asing menjadi 3 Non Asia + 1 Asia, marquee player terdiri dari satu pemain lokal dan atau satu pemain asing. Kemudian pembatasan gaji pemain lokal dengan maksimal 500 juta setiap musim, dengan durasi kontrak minimal 3 tahun.

"Kami akan menjalankan apa yang memang sudah menjadi ketentuan PSSI. Sebab itu memang sudah menjadi persyaratan dari AFC. Toh, regulasi itu sudah ada sejak dulu, hanya pengurus yang lama tidak mampu menjalaninya dengan baik," terang Zaini.

Dalam perkembangan yang sama, banyak pihak khawatir langkah tersebut tidak bisa direalisasi oleh pengurus. Salah satunya adalah Suyasa, ketua perkumpulan Orang Tua Sidoarjo (Ortas), organisasi mantan pemain sepak bola di Sidoarjo.

"Rencana mereka (pengurus, Red) sangat bagus. Tapi, kami khawatir itu hanya sebatas wacana yang minim realisasi. Apalagi, dimana-mana semua pengurus bisanya berwacana, tapi saat waktunya tiba, apa yang mereka janjikan tidak terealisasi," ucap Suyasa.

Menurut dia, selama ini Deltras kurang mendapat tempat di hati masyarakat Sidoarjo. Itu karena keterwakilan putra daerah dalam tim itu sangat sedikit. Akibatnya, setiap Deltras bermain di Gelora Delta Sidoarjo, pendukung yang hadir hanya segelintir.

"Jadi, kalau Deltras mau maju, serta penontonnya banyak seperti Persebaya Surabaya dan Arema Malang, maka pengurus harus benar-benar merealisasikan rencana mereka itu. Apapun, putra daerah harus mendapat space yang besar di Deltras," ungkap pria yang juga pelatih Deltras U-21 musim kemarin itu.(radartegal)

Selengkapnya...

Rabu, 03 Agustus 2011

Tunggal Berangkat Lebih Awal

Rombongan pertama tim bulu tangkis Indonesia yang akan turun di kejuaraan dunia bulu tangkis di London pada 8-14 Agustus berangkat hari ini (1/8). Mereka akan melakukan adaptasi lebih awal dengan berlatih di Belfast, Irlandia.Mereka yang akan berangkat terlebih dahulu itu adalah pemain-pemain tunggal dari pelatnas PB PBSI Cipayung. Di tunggal putra ada Simon Santoso dan Dyonisius Hayom Rumbaka, sedangkan di putri ada Adrianti Firdasari dan Lindaweni Fanetri.

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto menjelaskan bahwa keberangkatan para pebulu tangkis tersebut bukan hanya bertujuan untuk adaptasi menjelang kejuaraan dunia. Lebih jauh lagi, pebulu tangkis yang berangkat lebih dulu bersama pelatih kepala Li Mao dan Kabid Binpres PB PBSI Hadi Nasri sekaligus untuk survei mengenai tawaran kerja sama Irlandia.

Karena tujuannya survei terlebih dahulu, tim yang dikirimkan tidak terlalu besar. Itu juga berdasarkan pertimbangan fasilitasnya belum diketahui dan biaya yang dibutuhkan cukup besar.

"Kami kan dapat tawaran dari Irlandia untuk bekerja sama. Mereka siap menyediakan fasilitas bagi tim Indonesia untuk mempersiapkan diri menjelang tampil di Olimpiade London 2012. Jadi, kami lihat dulu sekalian adaptasi tim tunggal," kata Yacob kemarin (31/7).

Sementara, untuk sisa tim yang lain, satu tunggal putra, tiga ganda putra, tiga ganda putri, dan empat ganda campuran, baru diberangkatkan pada Jumat (5/8) mendatang. Mereka tidak menuju Irlandia melainkan langsung ke London agar bisa langsung merasakan atmosfer lapangan di Inggris dan menghilangkan kelelahan akibat jet lag.

Yacob, yang juga menjabat sebagai ketua umum Pengprov PBSi Jatim, mengutarakan bahwa adaptasi menjelang tampil di kejuraan dunia itu cukup penting. Sebab, lanjutnya, selama ini pemain Indonesia kerap kesulitan apabila harus tampil di Eropa.

"Saya yakin dengan datang lebih cepat, mereka bisa beristirahat lebih lama dan mempersiapakan diri lebih matang. Jadi, diharapkan nanti tidak ada alasan lagi dari masalah lingkungan," terangnya.

Di sisi lain, dari persiapan tunggal, asisten pelatih tunggal putra Agus Dwi Santoso menilai jika anak didiknya semakin siap. Dia optimistis hasil yang akan ditorehkan bisa lebih baik lagi dan permainannya lebih matang. Terutama untuk Hayom yang memang mendapatkan undian lebih berat dari Simon karena jika bisa melewati babak pertama harus langsung berhadapan dengan unggulan pertama asal Malaysia Lee Chong Wei.

"Saya optimistis dengan dia. Saya percaya dia bisa memberikan perlawanan yang cukup ketat. Lebih bai lagi dari penampilannya saat tampil di Piala Sudirman dahulu," ucap Agus.

Keyakinan itu berdasarkan pada peningkatan kecepatan yang dialami Hayom setelah berlatih dengan program khusus dari Li Mao selama satu bulan belakangan. Meskipun secara daya tahan kecepatan belum bsia konsisten untuk jangka waktu pertandingan yang lama, dia yakin Hayom akan memberikan perlawanan ketat.

Untuk Simon, Agus melihat hasil undian sampai babak delapan besar masih berpihak kepada pebulu tangkis asal Tegal, Jateng, itu. Lawan berat baru didapat pada babak delapan besar karena jika langkahnya mulus akan berhadapan dengan Peter Gade asal Denmark.

"Itung-itungannya seperti itu. Harusnya, Simon bisa melangkah jauh karena memang undiannya sedikit menguntungkan dia. Di delapan besar, baru nanti dilihat bagaimana nasibnya," tandas pelatih asal Malang tersebut.(radartegal)

Selengkapnya...

M Rachman Ingin Cepat Selesaikan Pertarungan

Juara dunia kelas terbang mini (47,6 kg) versi WBA, Muhammad Rachman bertekad mempertahankan gelarnya yang dicoba diusik penantang dari Thailand, Pornsawan Porpramok.Pertarungan mereka yang digelar di Studio 5 Indosiar Jakarta, akan disiarkan secara langsung oleh SCTV, Sabtu (30/7 malam pukul 21.00.

Meski tidak menargetkan KO, petinju gaek yang Desember ini berusia 40 tahun itu, menginginkan baku hantam di atas ring diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. "Saya tidak mau takabur, namun kalau bisa cepat kenapa harus lama," ujarnya.

Bertempat di Kridangga Ballroom Hotel Atlet Century Jakarta, Jumat (29/7), kedua petinju telah melangsungkan timbang badan. Rachman yang mengaku mempersiapkan diri secara khusus mempunyai berat ideal, 47,3 kg. Berat yang sama dimiliki Pornsawan meski hingga menjelang timbang badan dirinya masih berusaha menurunkan bobotnya.

"Mudah-mudahan saya bisa mempertahankan gelar. Untuk itu saya minta doa restu seluruh masyarakat Indonesia," kata Rachman.

Rachman kembali menjadi juara dunia kelas terbang mini setelah 19 April lalu secara mengejutkan di ronde sembilan menganvaskan juara bertahan asal Thailand, Kwantai Sithmorseng. Padahal ketika itu, persiapan yang dilakukannnya dapat dibilang ala kadarnya tanpa ditemani pelatih.

Bahkan sangat sedikit publik Tanah Air yang mengetahui pertarungan kejuaraan dunia tersebut. Pertarungan tersebut merupakan upaya kali pertamanya mempertahankan gelar. Sebagaimana laga sebelumnya, kini dia tetap berlatih di Blitar yang menjadi kediamannya, juga tanpa ditemani pelatih.

Melahap setidaknya 60 ronde dalam latihan, petinju kelahiran Merauke itu mengasah kemampuan dengan berlatih tanding dengan tiga petinju. Mereka adalah Iwan kei, mantan juara nasional kelas terbang mini, Frans yang merupakan juara kelas terbang KTPI, dan Bogi Adriano yang kini menghuni pelatnas.

Untuk memenangi pertarungan ini, Rachman harus tampil cerdas. Dengan rekor 79 tanding, 64 menang (33 KO/TKO), 10 kalah, dan lima draw, dirinya jauh lebih berpengalaman dibandingkan Pornsawan yang memiliki rekor 26-22 (16 KO/TKO)-3-1.

Meski kalah pengalaman, Pornsawan bukanlah lawan yang patut dianggap enteng. Beberapa tahun lalu dirinya pernah mengalahkan Nico Thomas, petinju Indonesia yang juga mantan juara dunia kelas terbang mini.

Niwat Laosuwanwat, dari Galaxy Gym Thailand yang menaungi Pornsawan meyakinkan pertarungan nanti malam akan berlangsung hebat. Dua petinju terbaik di kelas terbang mini akan beradu pukulan di atas ring. "Pertarungan akan sangat bagus. Menghadapi petinju terbaik, Pornsawan telah mempersiapkan diri dengan sangat baik," katanya.(CyberNews)

Selengkapnya...

Photobucket